Vcweet’s Blog











{May 12, 2009}   kord gitar SAAT TERAKHIR

D              A/C#             Bm            F#m
Tak pernah terpikir olehku, tak sedikitpun ku bayangkan

G                    D            A
Kau akan pergi tinggalkan kusendiri

D             A/C#              Bm              F#m
Begitu sulit kubayangkan, begitu sakit ku rasakan

G                    D              A
Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri

F                           G
Dibawah batu nisan kini, kau tlah sandarkan

D           Bm
Kasih sayang kamu begitu dalam

Em                   A                          D
sungguh ku tak sanggup ini terjadi karna ku sangat cinta

F                           G
Inilah saat terakhirku melihat kamu,

D                  Bm
jatuh air mataku menangis pilu

Dm       D                     A
Hanya mampu ucapkan, selamat jalan kasih

D             A/C#         Bm                          G
Satu jam saja kutelah bisa cintai kamu kamu kamu di hatiku

D                  A                   G                A
Namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup

D             A/C#             Bm              G
Satu jam saja kutelah bisa sayangi kamu….. di hatiku

D                  A                     G               A
Namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup

G
di hatiku……



{May 12, 2009}   olimpiade matematika

Olimpiade Matematika Untuk Anak Usia Dini, mungkinkah?

Saat ini, dunia pendidikan di Indonesia sedang giat-giatnya mengembangkan suatu metode pendidikan dengan cara mengikutkan anak didik mengikuti berbagai olimpiade, baik di tingkat kabupaten/kota, propinsi, nasional, hingga di dunia.  Hal ini bertujuan:

  1. Menjadi barometer sistem pendidikan Indonesia di kancah pendidikan secara nasional dan internasional.
  2. Memacu peningkatan sistem pendidikan di Indonesia.
  3. Menjadi kebanggaan bangsa jika siswa-siswinya dapat meraih juara di ajang nasional maupun internasionl

Mengingat hal-hal tersebut di atas, jika ingin berprestasi di ajang olimpiade internasional, khususnya olimpiade matematika, maka otoritas pendidikan di Indonesia haruslah mengembangkan suatu format ajang olimpiade matematika sejak anak berusia dini.  Analog dengan sistem pembinaan olah raga, dimana negara-negara di dunia mengembangkan pembinaan atlit-atlit yang akan berlaga di ajang olimpiade sejak atlit tersebut berusia dini, maka pembinaan kecerdasan matematika haruslah dimulai sejak usia dini.  Masalahnya adalah, mungkinkah membina anak usia dini untuk mengikuti ajang olimpiade matematika?  Matematika bagi sebagian anak merupakan sesuatu yang sangat sulit, bahkan menakutkan!  Di sisi lain, dunia anak adalah dunia bermain.  Critical point yang dianjurkan para pakar pendidikan untuk melejitkan kecerdasan logis-matematis adalah menjadikan anak mencintai matematika.  Mencintai matematika bagi anak-anak dengan pendekatan permainan matematika.  Dengan demikian, olimpiade matematika bagi anak usia dini haruslah:  1. mengandung unsur permainan. 2. menarik bagi anak usia dini 3. tidak memberatkan anak usia dini 4. anak tidak merasa tertekan atau terpaksa 5. menyenangkan dan memotivasi anak untuk berprestasi di bidang matematika.



Agar wanita bisa sukses dalam perannya ini maka ia harus memiliki beberapa sifat berikut ini:
Tidak meremehkan hak Allah (kewajiban beribadah kepada-Nya).
Baik dalam membacaan Al-Qur’an dan berusaha menghafalnya.
Menghafal beberapa hadits Rasulullah yang bisa membantunya dalam beribadah kepada Allah.
Tidak menyia-nyiakan hak suaminya.
Tidak menyia-nyiakan hak anak-anaknya.
Menghiasi diri dengan akhlak yang mulia.
Sabar
Pandai mengatur waktu.
Mendapatkan izin suaminya untuk keluar mengajar.
Tidak ikhtilath (campur baur) dengan pria.
Iltizam (patuh) dengan busana muslimah.
Ikhlas dalam bekerja.
Bertakwa.
Berilmu
Santun dan lembut.
Bertanggung jawab.
Berpengetahuan, berwawasan serta selalu membaca dan mengetahui masalah-masalah aktual.
Berkepribadian kuat dan berakhlak mulia.



Masih ingat dengan novel yang berjudul Laskar Pelangi? novel best seller yang ditulis oleh Andrea Hirata. sebuah kisah novel yang cukup menarik perhatian kita saat ini… bukan hanya cerita, tetapi juga banyak pesan yang dibawa… Apalagi saat diangkat dalam layar lebar disutradarai oleh Riri Riza, dan mendapat perhatian cukup banyak dari kaum muda.

Salah satunya adalah pendidikan di Indonesia. Potret sebuah sekolah yang sederhana, jauh dari kemewahan dan Ukiran prestasi yang bergengsi, tapi pendidikan yang tercermin bukan hanya memberikan ilmu pengetahuan saja, melainkan sebuah perilaku dan etika, sehingga tumbuh sebuah kreatifitas yang bukan karena fasilitas.

Saat ini sebagian orang tua memimpikan investasi manusia pada pendidikan untuk masa depan anaknya. Biar jadi pengusaha, Dokter, atau semua yang secara sosial terpandang dan mempunyai harkat dan martabat secara financial.

Ada yang lebih mendasar di tawarkan dalam laskar pelangi ini, yaitu Budi pekerti.

Negara ini mungkin lupa, atau terpesona akan pendidikan metoda luar (barat), sehingga tidak diliriknya pendidikan yang telah di rintis pendahulu kita, Seperti Ki Hadjar Dewantara, Kyai Haji Ahmad Dahlan. Dalam karya mereka terbentuklah Taman Siswa, Muhammadiyah. Beliau-beliau ini telah mencoba merintis pendidikan yang mengajarkan akan budaya timur, sepert budi pekerti, etika, sopan santun pada anak bangsa negeri ini.

Saat ini tidak jarang kita temui siswa yang pandai, tetapi tidak punya tata krama dan etika, atau malah di tidak tahu sopan santun.

Meskipun hal ini bukan hanya tugas dari sekolah, untuk memberikan bekal bagi anak kita, tetapi juga peran keluarga diperlukan dalam hal ini. Waluapun saat ini jumlah keluarga yang menanamkan pendidikan Budi Pekerti sudah mulai “tidak sempat”, sehingga melimpahkan semua ke sekolah. Sedangkan sekolah juga di tuntut tidak hanya mendidik dan mencerdaskan anak bangsa, tetapi juga untuk menjadikan sekolah sebagai sekolah favorit, yang diharapkan akan menunjang keberlangsungan dan kesejahteraan Sekolah.

Bila kita sedikit saja melirik pendidikan di Jepang, dimana pendidikan tidak hanya dapat menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga tetap di berikan pendidikan budi pekerti dan pengetahuan budaya mereka. Sehingga mereka tetap mencintai dan juga mengerti asal mereka dengan budaya nenek moyangnya.

Pendidikan tidak hanya mengedepankan kecerdasan Intelektual tetapi juga Kecerdasan Moral, Spiritual dan Emosional.

Terkadang kita ataupun orang tua beragapan kecerdasan yang maksud adalah kemampuan anak dalam berhitung, mengahafal, meniru, pandai dalam membuat analisa yang dibuktikan pada prestasi di sekolah. Meskipun pemahaman ini tidak salah, namun juga kurang lengkap. Cerdas yang dimaksud adalah kemampuan anak dalam mengorganisir dengan baik aspek Intelektual, Emosional, Moral dan Spiritual.

Kecerdasan Intelektual, merupakan kemampuan seseorang secara efektif untuk melakukan perhitungan matematis, menganalisa, mengingat, dan beragumen. Sehingga pada umumnya, sang anak akan berhasil menemukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dengan baik.

Kecerdasan Emosional, merupakan kemampuan seseorang untuk mengelola dan memanfaatkan perasaan dengan baik. Seperti memahami orang lain, kemandirian, kerjasama, menyesuaikan diri dan berpikir positif. Tentunya hal ini dipengaruhi juga oleh kepribadian yang sehat.

Kecerdasan Moral, merupakan kemampuan seseorang yang peka dan mampu menentukan baik dan buruk. Seperti kejujuran, kerelaan menolong, kesetiakawanan, kepedulianan, kesederhanaan dan adil.

Kecerdasan Spiritual, merupakan kemampuan seseorang untuk dapat mengembangkan nilai-nilai yang mulya, seperti: kasih, kebenaran, ketaquan, ketaatan, pelayanan, pengabdian dan pengorbanan. Jadi kecerdasan Spiritual bukan saja ketaatan dalam menjalankan hukum-hukum agama, tetapi juga nilai dan sikap hidup dalam agama yang tulus dan mulia.

Jadi pendidikan untuk anak bangsa ini, bukan hanya dikarenakan oleh Sekolah saja, tetapi peran orang tua, keluarga, masyarakat dan Negara. Cerdas yang bagaimana yang akan kita bekali kepada generasi akan datang, akan juga menentukan nasib keluarga, dan juga negara.

Anak Anda bukanlah anak Anda, Mereka adalah anak-anak kehidupan yang merindukan diri sendiri. Meskipun mereka datang melalui Anda, dan meskipun mereka bersama anda, mereka bukan milik anda.

Anda mungkin memberikan cinta, namun tidak pikiran anda, karena mereka memiliki pikiran sendiri.

Tubuh mereka mungkin ada dirumah anda, namun tidak jiwa mereka, karena jiwa mereka tinggal dalam rumah masa depan, yang tidak dapat anda kunjungi, bahkan tidak dalam mimpi anda.

Anda boleh berusaha menjadi seperti mereka, namun jangan membuat mereka seperti anda.

Anda adalah busur dari anak-anak anda, ditembakkan sebagai anak panah yang hidup.

Relakan diri anda melengkung di tangan pemanah demi kegembiraan.

Kahlil Gibran, Sang Nabi

Written By : Wahyu C.P



{May 12, 2009}   PENDIDKAN RENTAN KORUPSI

Senin, 25 Agustus 2008 | 19:35 WIB

BANDUNG, SENIN – Penyelewengan anggaran, bahkan yang mengarah ke korupsi, rentan terjadi di dunia pendidikan. Terutama, bila komitmen 20 persen anggaran pendidikan dari APBN/APBD terpenuhi. Padahal, lewat pendidikan lah, korupsi semestinya bisa dicegah.

Demikian hal yang mengemuka di dalam Diskusi Pendidikan Harus Bersih dari Korupsi yang diadakan Koalisi Pendidikan Kota Bandung (KPKB) di Gedung Indonesia Menggugat, Senin (25/8). Hadir antara lain Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi Eko S. Tjiptadi, Ketua Komisi Permasalahan Bangsa Majelis Guru Besar Institut Teknologi Bandung I Gede Raka, anggota DPRD Kota Bandung Ahmad Nugraha, dan sejumlah aktivis pendidikan.

KPKB merumuskan tujuh bentuk indikasi korupsi di lingkungan sekolah, antara lain pemalsuan bukti-bukti pembelian (pengadaan) barang dan jasa, penganggaran APBS (anggaran pendapatan belanja sekolah) fiktif , penyuapan atasan (setoran) untuk mendapat proyek bantuan, dan gratifikasi. Belum lagi, potensi penyimpangan dana publik. Hal ini terjadi akibat kurang berfungsinya lembaga pengawasan dan kesejahteraan guru minim.

Ahmad Nugraha mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat, sebanyak 75 persen dana yang disalurkan ke bidang pendidikan cenderung tidaklah tepat sasaran. Sangat rawan penyimpangan. Ini terutama terjadi di tingkat dasar (SMP-SMA). Harusnya kan, tidak boleh lagi ada pungutan di tingkat ini, katanya. Penyimpangan ini, antara lain berupa masih adanya pungutan siswa dari jalur tidak mampu (non-akademis) dan jual beli buku.

Menurut Tjiptadi, mark up proyek pengadaan barang dan jasa, termasuk program buku gratis, adalah bentuk korupsi yang rentan terjadi di sekolah. Pembangunan fasilitas atau pengadaan barang itu kan tidak boleh asal tunjuk, ke saudaranya kepala sekolah atau kerabat, tegurnya. Berbeda dengan rektor (pimpinan perguruan tinggi) milik pemerintah, ucapnya, tidaklah ada aturan yang mengharuskan kepala sekolah melaporkan gratifikasi. Namun, demi kebaikan bersama, tidak ada salahnya gratifikasi ditolak jika terkait dengan jabatan.

Koordinator Lembaga Advokasi Pendidikan, Dan Satriana yang bertindak sebagai moderator mengatakan, sangatlah ironis, pendidikan yang semestinya menjadi alat untuk menanamkan kesadaran dini tentang antikorupsi, justru rentan terhadap pra ktik korupsi itu sendiri. Jika ingin menyelamatkan bangsa ini ke depan, maka tidak ada pilihan selain mulai membersihkan dunia pendidikan dari korupsi dan penyelewengan dana.

Pendidikan mau tidak mau adalah kunci menanamkan kesadaran dalam proses alih generasi. Yang jadi masalah selama ini, pendidikan kita belumlah berorientasi pada character building (pembentukan karakter). Lebih ke pembentukan kompetensi. Ini harus di re-orientasi dahulu jikalah ingin menjadikan anak-anak kita sebagai generasi pencegah korupsi ke depan, ujar I Gede Raka.

JON

Sumber: Kompas.Com



{May 12, 2009}   KEBAHAGIAAN SEJATI

Created by: Cheptha

Disaat Q tertawa melihat Indah dunia

Namun kau disana jangan termenung saja

Tapi Q tak tahu harus berbuat apa?

Pasti kau kecewa karena dy

Mungkin hari ini kau akan nikmati

Betapa indah nya dunia ini

Coba kau rasakan dengan hati ini

Q yakin kau rasakan kebahagiaan sejati

Teruslah tertawa hingga akhir dunia

Buanglah cerita dahulu kala

Pasti hanya Qt yang bisa kata merubah

Hidup ini lebih bermakna

Cobalah kau ikuti kata hatimu

Buatlah hidup ini lebih berarti

Jangan lah sia-siakan masa muda mu

Karena takkan bisa pernah kembali



{May 12, 2009}   ketiduran d kamar mandi

Sewaktu guu nginep d jogja.. Banyak bgt pengalaman luthu,, Salah satu nya..

mW tw??

Gu dpt temend satu kamar 5 org.. pas mw mndi qt ngantri dLu.. untung guu kdapetan yang ke-2.. truz temend guu yang trkhir lama bgt .. pdhl Qt haruz cpt2 rapi.. Cz skul ngadain acara Pengumuman nilai NEM di aula ..

Trz akhirnya pintu kamar mandi di ketok2 tapi temend guu gx jawab2..

Tapi untung nya gx lama ,pintu dibuka..

Gx tw nya dy lsg bilang “ Eh temand sory iaa td guu ktiduran d bath up kamar mndi!”

Qt smw ketawa gX pgn brnti.. (KOQ BS YA?)



{May 12, 2009}   SiaL beTuL

Masih D SMP..

Dulu guu n 4 org temend guu Biz pLg Skul Prg k rMh temend Guu u/ lathan Arabic Dance (alias Tari Arab).Abiiz Slesai Lathan QT pamitan,Cz dah Sore Bgt..dari rumah temend guu Qt Jln u/ naik angkt guu Hrs naik angkt 3 kali naik angkt bwt sampe d Rmh guu..Sekitar hmpir stgh Jam lbih guu nunggu angkt tapi gX ada2.. ywd akhir nya qt jalan sambil Cari angkt..,gx lama jalan ada angkt(tp pnmpang nya penuh)huuhu..ywd qt jaln lagi ,,tp angkt nya gx ada yang lwt.. Skali lwt,PENUH.. Temend guu dah pada lemes bgt.Ada yg pucet, Ada yang kaki nya skit,, ywd akhirnya qt brenti dlu u/ istirahat..

Ywd qt jalan lagi .. d tengah jalan ,ada org gila.. dah githu dy ngikutin aj.. Truz guu n temend guu lari kenceng bgt..keringet guu mpe bnjir.. Untung org gila nya prg..

Di jaland khn macet, jdi ada org yang ngelyatin qt truz ngetawain lagii(bkn’a bntuin!!!)

Truz akirnya q  t dah sampe jland u/ naik angkt yg satu nya lagi..

Huuu.. rasanya cape bgt.. tp ntu hari jd guu inget truzz abiZ ky nya adaaa aj masalah…



{May 12, 2009}   English talk

Dulu pengalaman guu n 2 org tmend d mTs…  prnh ikut Lomba ky  semacem dongeng pke bhs.inggris tanpa naskah.. biarpun gX menang.hehe.. tapi ada pengalaman..

Saingan nya berat2 banget..Ad yang d smp Al-Azhar , SMP Annisa …pokok nya banyak dech!! Dach githu mereka pd pke properti ..

Untung guu dpt Naskah nya yang yang gx trlalau bnyak.. kira2 dua lmbar..(waduh banyak juga iaa?) tapi di banding temend gu yang satu dy smpe 3 lmbar di panggil .Pas gu di panggil,deg2an buenget… dch githu Penonton nya bnyak bgt rasanya Blank smw..

Tapi akhirnya bias juga wlwupun ada yang lupa dkit.. hehe..

Trz guu d kmentarin pke B.InggriZ.. haha.. Salah satu juri bilang guu ada yang salah nyebut.. kata dy walaupun salah sedikit tapi beda arti..(hehe.. muuph iaa Mr.!)tp kt dy “it’s ok! No problem”

Pemenang nya juara 1 SMP AL-AZHAR, juara 2 SMP AN-NISA, Juara 3 guu lupaa.. antara mts 12 sama mts 13..

MTS gu gx dpt.. huhu.. gpp.. mgkn hrs punya persiapan lbih mteng lg ..

cZ guu khan ru pRtama Kli….



{May 3, 2009}   MEMALUKAN

duLu gu Prnh Pas D mTs punya kenangan yg memalukan…

byasa nya sitiap hr minggu d Skul gu ngadain PM(Pedalaman Materi)

truZ gu Brgkt dr Ouz sktr Jm 6.15.. SMPE JM 7KRG 15

tp d KLs msh Sepi..(guu dtg pLg prtama) rajin Khan??

Tapi dr sMua Klz sepi Bgt,, Blm ada org pdhl Ntu dah Jn 7 lwtan

TruZ gu k Bwah.. BLm ad y9 dtg juga.. gu ky org Cengo d Bwh..

Akhirnya gu nanya Penjaga SKuL aj..

ternyata Kt dy

“NGAPAIN NENG? KHAN SKRG GA ADA KGIATAN??BSK KHN ADA SEMESTERAN? JD D LIBURIN..”

gu lsg cengo.. truz abang nya Senyum 2 aja..

ywd gu lsg k atas ngmBil tas Truz Kabur Naik Angkt..

hahaha..



et cetera